where you'll find everything is easy to catch..

Jumat, 13 Mei 2011

Andragogi

Andragogi merupakan seni pengajaran yang diterapkan pada murid usia dewasa. Dimana, andragogi sekarang dinyatakan sebagai ilmu karena telah dipelajari banyak pihak. Andragogi sendiri berasal dari bahasa Yunani, sama seperti paedagogi (pembahasan sebelumnya)

Beberapa hal yang sangat diperhatikan dalam andragogi meliputi motivasi, pengolahan informasi, trial and error , pemecahan masalah , analisa dan introspeksi dan pengembangan hasil belajar. Kesemuanya berhubungan satu sama lain, dimana pada orang dewasa autodeduct (belajar sendiri) lebih condong dilakukan.


Eksplorasi akan hal baru akan dimulai dari hadirnya motivasi baik itu internal maupun eksternal. Mengembangkan keinginan dan rasa ingin tau, mencoba dan terus mencoba inovasi dan ide dan akhirnya mendapatkan hasil.

Namun pada orang dewasa, seiring berkembangnya pemikiran dan pengetahuan, akan terjadi revisi revisi  yang dimulai karena adanya analisa dan koreksi. Setelah itu, mereka akan lebih mendapatkan hasil yang baik dan siap menerapkannya pada kehidupan sehari-hari.


Sumber belajar yang diandalkan juga tidak lagi sedikit, semakin wide wawasan seseorang akan pengetahuan, semakin tanggap ia mencari sumber baru untuk mendapatkan hal yang baru lagi. Seperti buku dan oengajar yang ia bisa dapatkan di dalam kelas, akan disokong dengan kepustakaan, artikel, literatur, studi kasus , film atau video bahkan sampai ke permainan.


Betapa kompleksnya pembahasan mengenai andragogi ini dan ini merupakan hal yang menarik untuk dipelajari, Karena toh pada dasarnya kita sedang menjadi seorang yang berada di dalam ruang lingkup andragogi itu sendiri

Sabtu, 07 Mei 2011

PAEDAGOGI

Paedagogi adalah ilmu atau seni mengajar pada anak kecil. Paedagogi berasal dari bahasa Yunani yakni Paedos : anak, sedangakan Agogos adalah membina, mengantar atau mendidik. Dalam hal ini anak didik benar-benar anak anak bukan anak-anak yang membutuhkan perhatian berlebih seperti special needs.

Paedagogi ini sebenarnya dulu adalah sebuah seni yang sekarang dipelajari banyak orang sehingga menjadi ilmu. Banyak sekali manfaat kita, terutama seorang guru untuk mempelajari paedagogi ini. Antara lain :
  1. Paedagogi membantu pengajar lebih mengenal objek ajarannya, dalam hal ini tentu saja ank didik yang belum dewasa
  2. Paedagogi membuat pengajar lebih atraktif dan instruktif di dalam kelas, karena memang begitulah caranya mendidik anak kecil
  3. paedagogi mengajarkan kesiapan kepada pengajar untuk kebih tanggap dan repon terhadap permasalahan proses belajar didalam kelas.
Dengan dibantu motivasi yang besar yang terus disalurkan pengajar kepada murid melalui cara ajar, ecaluasi tugas, autodeduct dan lainnya, semakin lengkaplah seni mengajar pada anak yang dapat diterapkan. Lagipula, paedagogi tidak hanya bisa disalurkan disaat kita bertemu dengan murid, melainkan kapanpun disaat kita berhadapan dengan anak-anak.




Selasa, 26 April 2011

Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah

Psikologi pendidikan adalah ilmu psikologi yang membahas tentang prilaku, proses dan lingkungan dalam konteks pendidikan. Psikologi pendidikan merupakan gabungan lanjutan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial. Seorang psikolog pendidikan harus dapat memahami  teori belajar, metode pengajaran, motivasi, emosional, kognitif dan perkembangan moral seorang anak. Ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi segala aspek pendidikan mulai dari preschool, homeschooling, inklusive school, hingga sampai ke perguruan tinggi.


Sedangkan psikologi sekolah adalah cabang dari psikologi pendidikan dimana khusus menangani interaksi internal dan eksternal anak di masa sekolah preschool hingga sekolah menengah atas.
Seorang psikolog sekolah mampu me-manage aksi interaksi anak di dalam sekolah,membantu penyusunan kurikulum, meng-handle permasalahan akademis secara teknis dan mengatasi terjadinya aksi negatif dari pihak siswa maupun staf sekolah. dan segala yang diterapkannya demi kelangsungan belajar mengajar yang baik bagi para siswa

Kamis, 07 April 2011

Fenomena Pendidikan




Fenomena Homeschooling
Homeschooling atau sekolah rumah sekarang kerap menjadi bahan perbincangan hangat disekitar kita. Ada yang karena sibuk, alas an ini berlaku bagi anak-anak yang bekerja seperti artis, seniman, karateka, dan lainnya. Ada yang karena alas an bullying, tidak mendapat lingkungan social yang baik, jenih dan alas an alas an lainnya. Namun apakah homeschooling ini berdampak cukup baik bagi psikologis seorang anak? Apakah cukup baik bagi perkembangan pendidikan kita?
Dari sumber yang ada, diberitakan seorang anak bernama Gagah mengalami ketidaknyamanan dengan sekolah formalnya. Ia berpindah ke homeschooling dan hasilnya memang lebih baik. Menurut orang tuanya kini Gagah lebih ceria dan kreatif, berani dan inovatif. Kedua orangtua Gagah kini sungguh mendukung pelaksanaan home schooling.
Dipandang dari psikologi pendidikan, homeschooling berdasar pada learner centered dan paham konstruktivisme.  Dimana di homeschooling anak bebas menentukan mata pelajaran, mereka anak searching dan ini sudah bermain dengan e-learning. Diawasi oleh para tentor, mereka akan mencari dan mendapatkan informasi yang banyak dan lebih intense daripada anak sekolah formal. Mereka ujian dan ulangan lewat internet. Paham konstruktivisme dapat dilihat dari bagaimana anak yang dibuat menjadi aktif dan terarah. Kondtruktif artinya bersifat membangun, dengan keadaan serba sendiri anak akan membiasakan diri untuk belajar lebih mandiri dan membagun potensi yang ada selama ini yang kiranya tidak dapat tersalurkan secara maksimal disekolah formal.
Dari psikologi keluarga mungkin kurang baik karena anak tidak biasa mengahadapi banyak kejadian  layaknya anak yang bersekolah formal. Anak anak homeschooling rata-rata akan menjadi lebih tergantung pada keluarga mereka karena keluarga adalah lingkungan social yang setiap saat ia temui. Anak juga akan  kurang matang berhadapan dengan keluarga lain yang jauh karena ia kurang besosialisasi. Walaupun di homeschooling memang ada pertemuan sesekali , namun itu tidak mencukupi tugas perkembangan mereka untuk beradaptasi dan mengenal banyak karakter. Dari pamdangan lain, dukungan keluarga sangat mampu mensupport mereka yang mengalami traumatis disekolah formal. Dengan dukungan kelularga untuk homeschooling ini kepercayaan diri anak akan bangkit lagi , seperti cerita si Gagah.
Dari psikologi bimbingan sekolah teori asimilasi untuk informasi homeschooling yang masuk ,ini bisa digunakan. Orang tua Gagah mendapatkan informasi itu dan mencoba menyeimbangkannya dengan kehidupan si Gagah. Ternyata memang cocok homeschooling ini bisa mengurangi rasa ketidaknyamanan anaknya yang hadir setiap ia bersekolah formal.

Obsesi Jadi Juara Kelas
Kalau dilihat dari sudut pandang psikologi pendidikan, anak ini memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi merupakan suatu dorongan internal dalam diri yang mempengaruhi anak untuk berpikir, merasa dan bertindak. Ketekunan dalam diri anak membuat dia sangat antusias untuk menjadi sang juara. Dia juga memiliki motivasi internal. Dia ingin menjadi juara kelas karena memang dia ingin, bukan karena ada reward yang ia akan dapatkan ketika dia benar-benar mendapatkan tujuannya.
Dari pandangan pendidikan keluarga pun dia sangat beruntung. Ibunya seorang guru dan ayahnya seorang yang juga berpendidikan baik. Hal itu membuat proses pencapaian tujuannya semakin lancar. Dari psikologi keluarga ini merupakan hal yang sangat baik. Dia diberi disiplin yang benar-benar ia ikuti sehingga dapat mencapai obsesinya.
Bimbingan belajar dalam keluarga pun sangat berpengaruh. Dia didukung oleh cara didik kombinasi dari kedua orangtuanya. Diberi jadwal belajar yang sangat baik sehingga memudahkan proses belajarnya, walaupun sebenarnya memang dasar motivasinya yang baik. Bimbingan sekolahnya pun juga akan sangat berpengaruh. Di sekolah dia keinginan kuatnya ditangkap oleh sang guru yang juga sangat mendukungnya. Sampai-sampai dia dijadikan perwakilan sekolah untuk olimoiade sains. Itu akan meningkatkan keinginannya apalagi adanya suatu apresiasi yang sebenarnya tidak terlalu dipedulikannya karena sudah adanya motivasi internal tadi.

Murid ‘Menamai’ Guru                                                   
Dari psikologi pendidikan, sebenarnya hal yang paling mendasari anak 'menamai' gurunya adalah karena cara mengajar guru yang kurang berkenan, masalah pribadi dengan guru, juga bisa karena saking senangnya pada si guru. Julukan ini bisa saja dengan berbagai macam, ada yang baik ada pula yang jelek. Tergantung apa alasan ataupun imej yang selama ini melekat pada gurunya.Misalnya dia anak kesayangna gurunya, dia juluki gurunya Ibu sayang atau Bapak sayang, misalnya gurunya kejam dia panggil Nenek sihir. Bukankah ini suatu fenomena yang sering kita temui di lingkungan sekolah. Hampir tiap guru di sekolah ataupun dosen di kampus pasti punya 'nama cantik' nya masing-masing.
Psikologi pendidikan keluarga melihat ini sebagai kegagalan keluarga mendidik anak untuk lebih menghargai orang-orang sekitar. Guru mungkin pada awalnya tidak tahu mengenai hal ini, namun sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai pasti akan tercium jua. Guru pasti akan mengetahui dan mengadu ke orangtua ataupun sebagainya.Ujung-ujungnya pasti berimbas ke keluarga juga bukan. Dibilanglah orangtuanya yang tidak becus mendidik anak, dibilang orangtuanya tidak memperhatikan anak, dan lain sebagianya.
Dari sudut psikologi bimbingan belajarnya sendiri, sebenarnya anak harus sering dibimbing di sekolah. Ada Bimbingan Konseling di sekolah yang sangat berguna untuk murid. Murid diarahkan untuk mengarahkan emosi dengan cara yang baik selain dengan 'menamai' guru nya. Walaupun nama yang diberi masih bagus-bagus saja seperti Ibu Cantik, dan lain-lain. Tapi tetap saja nama dari orangtua adalah nama yang paling baik untuk kita bukan? 

                                
Pendidikan Anak Indigo
Anak Indigo adalah anak yang unik. Anak indigo juga biasanya disebuut dengan anak ungu,indigo jugalah sebutan untuk warna ungubiru. Anak-anak Indigo sebagai generasi yang dilahirkan saat ini, sebagian besar berumur 12 tahun atau lebih muda. Mereka berbeda. Mereka memiliki karakteristik yang sangat unik yang membuat mereka terlihat berbeda dari generasi anak-anak yang lain. Indigo sebagai sebuah sebutan menunjukkan warna aura yang mereka bawa, yang mengindikasikan adanya chakra “Mata Ketiga”, yang menunjukkan kemampuan Psychic dan ketajaman intuisi.Mereka adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan akademis baik dan mempunyai kemampuan metafisis. Anak indigo ini memiliki sensitifitas yang sangat tinggi.
Anak indigo sering sekali dikatakan “anak aneh” padahal pada kenyataannya adalah mereka mempunyai sesuatu yang lebih dari anak-anak lain. Atau bahkan ada yang mengira anak indigo anak yang mempunyai roh-roh halus didalamnya padahal pada kenyataannya anak indigo mempunyai spiritualitas yg tinngi bukan berhubungan langsung dengan roh-roh halus. Bahkan ada yang mengira ini adalah sebuah penyakit.
Pendidikan yang seharusnya didapati anak indigo jika dilihat dari psikologi pendidikan adalah pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Seperti yang tertulis di atas bahwa anak indigo adalah sesosok anak yang unik. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak lain ini, jelas memerlukan peran pendidikan yang khusus pula. Misalnya dia lancer berbahasa Inggris dengan logat yang kental padahal dia tidak dibesarkan di lingkungan itu. Nah, jadi walaupun dia berkelebihan dalam bidang itu bukan berarti dia tidak harus sekolah, dia harus tetap sekolah karena anak itu masih dalam tahap berkembang. Peran orangtuapun cukup penting dalam hal ini. Anak- anak seperti ini tidak sedikit yang berkesusahan dalam beradaptasi dalam lingkungan. Banyak anak berbakat yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan sekolah sehingga mereka dikatakan bermasalah seperti terkena Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Disorder) atau autisme.
Dalam psikologi pendidikan di pendidikan anak berkebutuhan khususlah anak indigo ini seharusnya ditempatkan karena anak indigo adalah anak yang “khusus” jadi pendidikan dan cara penyampaian pendidikannya harus tepat agar anak indigo merasa jauh lebih baik dan juga peran orangtua dalam mendidik serta penyesuaian diri di dalam lingkungannya sehari-hari.



Senin, 21 Maret 2011

Teknologi pembelajaran


 Dalam beberapa dekade, teknologi telah akrab menyapa dunia pendidikan. Dulu jumlah penggunaan computer sangat terbatas di belahan dunia manapun. Dulu di amerika ada sekolah yang memberlakukan Channel One , telecomputing dan bahkan pembelian laptop untuk mahasiswa tingkat 1.
Penggnaan teknologi sebenarnya itu bisa disimpulkan seperti “ world on the hand “ artinya dengan penggunaan teknologi , murid bisa lebih mengeksplorasi pengetahuan mereka.  Dalam pembahasan ini tentu saja Internet yang kita maksud. Intermet adalah inti dari komunikasi melalui computer yang berisi jaringan dari beribu computer di dunia dengan akses pengetahuan tak terbatas di dalamnya.
Di dalam internet kita akan menemukan banyak istilah seperti world wide web , web dan email. Worl wide web (web ) artinya system pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi Internet dan mencakup grafis dan teks.  www ini akan sering kita temukan di address bar. Seperti www.gmail.com yang nantinya akan menyambungkan ke website gmail. Dan selanjutnya akan mempersilahkan kita ber e-mail ria. Email adalah elektronik mail dimana kita bisa mengirim surat untuk satu orang atau lebih sekaligus.
Sebenarnya untuk murid dan pengajar yang harusnya akrab dengan teknologi itu diadakan workshop dan teknologi agar melek teknologi dan nantinya bisa menggunakan teknologi dengan benar. Hati hati dalam pengaksesan hal-hal sensitive seperti SARA . jangan sampai terjadi kekacauan social karena kesalahan  kita mengakses informasi.
Sebenarnya ada standar tertentu untuk anak anak yang melek teknologi. Misalnya untuk anak usia prasekolah maka setidaknya dia bisa menggunakan alat teknologi kecil sepeerti remote tv, menggunakan mouse , keybord dan monitor. Untuk anak usia sekolah banyak software yang diciptakan untuk membantunya akrab dengan teknologi seperti KidPix yakni software yang membuat anak bisa menyusun gambar hewan dan menempatkannya dalam slideshow .
Dengan perkembangan teknologi yang besrifat kontinu, maka masa depan kira akan penuh dengan penggunaan computer dimana-mana. Nantinya akan hadir masa ubiquitous computing dimanasingkatnya nanti semua peralatan teknologi akan berhubungan dengan internet

Intelegensi


Intelegensi adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi dan belajar pada pengalaman hidup sehari hari.
Intelegensi pada murid di dalam kelas secara tak lansung dapat kita ukur secara kasat mata dari keahlian seorang murid dalam pemecahan masalah. Namun ada untuk beberapa anak, keahlian yang ia miliki tidak terlihat jelas pada kasus yang biasa namun  nanti akan terlihat pada kasus yang tidak biasa untuk anak seumurannya. Perbedaan intelegensi ada setiap anak akan menunjukan bagaimana kapasitas otak mereka dalam menerima pelajaran dan memecahkan suatu persoalan. Dalam hal ini , telah banyak ditemukan te-tes intelegensi untuk mengetahui kemampuan dasar berpikir seorang anak.
Tes yang dibuat oleh Alfred Binet yang diawali dengan 30 pertanyaan mulai dari kemampuan untuk menyentuh telinga hingga kemampuan untuk menggambar desqain berdasarkan ingatan dan medefinisikan konsep abstrak. Tes ini bernama TES BINET.
Hasil dari tes ini, Binet mengembangkan konsep MA atau mental age yakni level perkembangan mental seseorang yang berkaitan dengan perkembangan lainnya. Lalu oleh Wiiliam Stern pada 1912 menemukan Intelegence Quotient yang disebut IQ . Dimana IQ ini di dapat dari hasil bagi MA dengan usia kronologis ( CA ) seseorang dan dikali 100. Tentunya hal ini juga menjelaskan bahwa IQ 120 pada anak usia 9 tahun dengan IQ 120 pada anak remaja 17 tahun akan tetap berbeda kapasitasnya. Didasarkan juga pada pengalaman , pembelajaran dan perkembangan kepribadian.
Selain tes binet masih ada tes tes yang lain yaitu tes individual , tes multiple intelegences,  yang kesemuanya bertujuan mengukur kapasitas berpikir seseorang dalam pemecahan masalah. Tes intelegensi ini berguna untuk mengetahui kapasitas umum anak anak dalam kelas , sehingga pendidik bisa menyesuaikan cara ajar.
Anak dengan kapasitas intelegensi yang cukup baik diperkirakan akan lebih cepat menagkap pelajaran, sedangkan anak yang berkapasitas intelegensi standar atau kurang baik mungkin seikit lebih terlambat. Maka itulah dibutuhkan pengetahuan tentang rata-rata intelegensi di kelas, agar semua perbedaan itu bisa diakali dengan system pembelajaran yang tidak membuat si cerdas bosan tetapi tetap membantu yang lain.






Sabtu, 12 Maret 2011

kasih sayang figur ayah


diusianya yang ke 21 . seorang anak gadis membawa seorang pria kehadapan ayahnya . hal yang tidak biasa ia lakukan 21 tahun sebelumnya. ia tidak menggandeng pria ini , ia juga tidak menjalin hubungan . 
Pria ini menyalami sang ayahi ," saya ahmad om" (bukan nama sebenarnya) . yah begitulah kira kira . Lalu ayah dengan welcomenya menerima tamu itu . disuguhi minum ( mungkin , saya juga gak ditempat ) , dan diajaknya bicara .

yah perbincangan cukup ramai , memang ayah dan ibu ini tipikal orang tua yang asik diajak bicara . ahmad yang tadinya agak sungkan kini lebih terbuka berbicara . seusai perbincangan ia pun pamit dan pulang .

Ayah menggoda anak gadisnya . " yang itu ? ooohhhh iya iya papa ngerti " dan guyon guyonan  lainnya. 

Nampaklah dimata anak gadisnya yang lain ( si adik ) , ayah seperti menyembunyikan sesuatu . Iya, beliau senang dengan kehadiran tamunya tadi , namun ada ruang kosong yang teropancar dari matanya .

selidik demi selidik , si adik pun mendengar

papa : Aduh ma , anak gadis kita udah besar ya . Berapa sih ma umur si kakak ? 
mama : 21 pa, taun ini kan 22 "
papa : ooh , kakak 21 , berarti si adek 18 ya 
mama : iya pa , 3 taun kan mereka , si kecil baru 10 taun , jauh dia mah hahaha
papa : haha (tertawa garing, mengangkat kepalanya keatas , seperti menatap langit ) adooh udah bisa nabung nih aku . anak gadisku udah besar besar heeeuu ( sambil bernyanyi )
mama : hahaha iya ya pa . ( sambil baca majalah )
papa : bisa gak ya ma anak gadis kita hidup senang selepas dari kita ? Cepat ma ya waktu itu . kemaren baru aja papa tidur siang sama mereka . kok sekarang udah bisa bawa laki laki ke rumah ya . rasanya baru kemaren papa gendong gendong di atas kepala , kok sekarang papa udah gak sanggup lagi ya ? kemaren baru papa ajarin sepeda , sekarang kok udah bawa mau mobil ya ma ? ya allah .

mama terdiam , sang papa pun  mengusap kedua matanya sambil mendongak . beliau meneteskan airmatanya .

mama : udahlah pa , mama jadi ikutan nih nanti . iayalah mereka kan gak lama sama kita . mana ada sebentar kita urus mereka . 
papa : saya gatau dimana lamanya . baru sebentar rasanya mereka sama saya , eh sekarang mau dibawa orang . baru kemaren ngomongin cita cita kalau besar mau jadi apa , eh sekarang si kakak mau wisuda . kalau dulu saya ganggu mereka marah marah , sekarang mereka cuma senyum aja . udah pendiam ya anak anak kita ma . ya allah ini ya rasanya punya anak gadis . 

dan sang ayahpun lagi lagi meneteskan airmata

mama : gaklah pa , masih lama kok mereka sama kita , kakak kan nanti kalau udah kerja baru mau nikah , si adek gtu jg katanya , masih 4 atau 5 taun lagi lah si kakak tu pa .
papa : iya ma , papa sedang mikir gimana 4 taun lagi nanti ,  kalo ada anak laki laki datang minta mereka satu persatu dari papa . Nanti rumah kita sepi , gada lagi gadis kecil papa yang lari lari berantam disini . 
siapapun laki laki yang mereka bawa, papa serahkan ke mereka . yang penting , laki laki itu harus bisa jadi imam buat gadis gadis papa , harus lebih bisa melindungi mereka dari papa , harus bisa buat anak gadis papa senyum setiap hari lebih dari yang papa buat . harus bisa jaga kepercayaan papa walaupun nanti papa udah tidak ada lagi


sang adik yang sedari tadi ada dibelakang dinding pergi dan gak bisa lagi melanjutkan aksi ngupingnya .

untuk semua papa/ayah/bapak/abi yang merasakan hal yang sama, inilah suara anak gadismu yang belum sampai ditelingamu , 

" tidak ada laki laki yang lebih kami sayangi selain papa/ayah/abi/bapak. Tidak ada yang bisa menggantikan papa walaupun itu laki laki pilihan kami . Papa jgn kawatir karena kami selamanya kami tetap anak gadis papa , yang insyaAllah akan terus membahagiakan papa dan mama walau nanti kita udah gak sama sama lagi . kami semua sayang papa sampai kapanpun itu "
annisa hazrina - a true story :)