diusianya yang ke 21 . seorang anak gadis membawa seorang pria kehadapan ayahnya
. hal yang tidak biasa ia lakukan 21 tahun sebelumnya. ia tidak menggandeng pria
ini , ia juga tidak menjalin hubungan .
Pria ini menyalami sang ayahi ," saya ahmad om" (bukan nama sebenarnya) . yah begitulah kira kira . Lalu ayah dengan welcomenya menerima tamu itu . disuguhi minum ( mungkin , saya juga gak ditempat ) , dan diajaknya bicara .
yah perbincangan cukup ramai , memang ayah dan ibu ini tipikal orang tua yang asik diajak bicara . ahmad yang tadinya agak sungkan kini lebih terbuka berbicara . seusai perbincangan ia pun pamit dan pulang .
Ayah menggoda anak gadisnya . " yang itu ? ooohhhh iya iya papa ngerti " dan guyon guyonan lainnya.
Nampaklah dimata anak gadisnya yang lain ( si adik ) , ayah seperti menyembunyikan sesuatu . Iya, beliau senang dengan kehadiran tamunya tadi , namun ada ruang kosong yang teropancar dari matanya .
selidik demi selidik , si adik pun mendengar
papa : Aduh ma , anak gadis kita udah besar ya . Berapa sih ma umur si kakak ?
mama : 21 pa, taun ini kan 22 "
papa : ooh , kakak 21 , berarti si adek 18 ya
mama : iya pa , 3 taun kan mereka , si kecil baru 10 taun , jauh dia mah hahaha
papa : haha (tertawa garing, mengangkat kepalanya keatas , seperti menatap langit ) adooh udah bisa nabung nih aku . anak gadisku udah besar besar heeeuu ( sambil bernyanyi )
mama : hahaha iya ya pa . ( sambil baca majalah )
papa : bisa gak ya ma anak gadis kita hidup senang selepas dari kita ? Cepat ma ya waktu itu . kemaren baru aja papa tidur siang sama mereka . kok sekarang udah bisa bawa laki laki ke rumah ya . rasanya baru kemaren papa gendong gendong di atas kepala , kok sekarang papa udah gak sanggup lagi ya ? kemaren baru papa ajarin sepeda , sekarang kok udah bawa mau mobil ya ma ? ya allah .
mama terdiam , sang papa pun mengusap kedua matanya sambil mendongak . beliau meneteskan airmatanya .
mama : udahlah pa , mama jadi ikutan nih nanti . iayalah mereka kan gak lama sama kita . mana ada sebentar kita urus mereka .
papa : saya gatau dimana lamanya . baru sebentar rasanya mereka sama saya , eh sekarang mau dibawa orang . baru kemaren ngomongin cita cita kalau besar mau jadi apa , eh sekarang si kakak mau wisuda . kalau dulu saya ganggu mereka marah marah , sekarang mereka cuma senyum aja . udah pendiam ya anak anak kita ma . ya allah ini ya rasanya punya anak gadis .
dan sang ayahpun lagi lagi meneteskan airmata
mama : gaklah pa , masih lama kok mereka sama kita , kakak kan nanti kalau udah kerja baru mau nikah , si adek gtu jg katanya , masih 4 atau 5 taun lagi lah si kakak tu pa .
papa : iya ma , papa sedang mikir gimana 4 taun lagi nanti , kalo ada anak laki laki datang minta mereka satu persatu dari papa . Nanti rumah kita sepi , gada lagi gadis kecil papa yang lari lari berantam disini .
siapapun laki laki yang mereka bawa, papa serahkan ke mereka . yang penting , laki laki itu harus bisa jadi imam buat gadis gadis papa , harus lebih bisa melindungi mereka dari papa , harus bisa buat anak gadis papa senyum setiap hari lebih dari yang papa buat . harus bisa jaga kepercayaan papa walaupun nanti papa udah tidak ada lagi
sang adik yang sedari tadi ada dibelakang dinding pergi dan gak bisa lagi melanjutkan aksi ngupingnya .
untuk semua papa/ayah/bapak/abi yang merasakan hal yang sama, inilah suara anak gadismu yang belum sampai ditelingamu ,
" tidak ada laki laki yang lebih kami sayangi selain papa/ayah/abi/bapak. Tidak ada yang bisa menggantikan papa walaupun itu laki laki pilihan kami . Papa jgn kawatir karena kami selamanya kami tetap anak gadis papa , yang insyaAllah akan terus membahagiakan papa dan mama walau nanti kita udah gak sama sama lagi . kami semua sayang papa sampai kapanpun itu "
Pria ini menyalami sang ayahi ," saya ahmad om" (bukan nama sebenarnya) . yah begitulah kira kira . Lalu ayah dengan welcomenya menerima tamu itu . disuguhi minum ( mungkin , saya juga gak ditempat ) , dan diajaknya bicara .
yah perbincangan cukup ramai , memang ayah dan ibu ini tipikal orang tua yang asik diajak bicara . ahmad yang tadinya agak sungkan kini lebih terbuka berbicara . seusai perbincangan ia pun pamit dan pulang .
Ayah menggoda anak gadisnya . " yang itu ? ooohhhh iya iya papa ngerti " dan guyon guyonan lainnya.
Nampaklah dimata anak gadisnya yang lain ( si adik ) , ayah seperti menyembunyikan sesuatu . Iya, beliau senang dengan kehadiran tamunya tadi , namun ada ruang kosong yang teropancar dari matanya .
selidik demi selidik , si adik pun mendengar
papa : Aduh ma , anak gadis kita udah besar ya . Berapa sih ma umur si kakak ?
mama : 21 pa, taun ini kan 22 "
papa : ooh , kakak 21 , berarti si adek 18 ya
mama : iya pa , 3 taun kan mereka , si kecil baru 10 taun , jauh dia mah hahaha
papa : haha (tertawa garing, mengangkat kepalanya keatas , seperti menatap langit ) adooh udah bisa nabung nih aku . anak gadisku udah besar besar heeeuu ( sambil bernyanyi )
mama : hahaha iya ya pa . ( sambil baca majalah )
papa : bisa gak ya ma anak gadis kita hidup senang selepas dari kita ? Cepat ma ya waktu itu . kemaren baru aja papa tidur siang sama mereka . kok sekarang udah bisa bawa laki laki ke rumah ya . rasanya baru kemaren papa gendong gendong di atas kepala , kok sekarang papa udah gak sanggup lagi ya ? kemaren baru papa ajarin sepeda , sekarang kok udah bawa mau mobil ya ma ? ya allah .
mama terdiam , sang papa pun mengusap kedua matanya sambil mendongak . beliau meneteskan airmatanya .
mama : udahlah pa , mama jadi ikutan nih nanti . iayalah mereka kan gak lama sama kita . mana ada sebentar kita urus mereka .
papa : saya gatau dimana lamanya . baru sebentar rasanya mereka sama saya , eh sekarang mau dibawa orang . baru kemaren ngomongin cita cita kalau besar mau jadi apa , eh sekarang si kakak mau wisuda . kalau dulu saya ganggu mereka marah marah , sekarang mereka cuma senyum aja . udah pendiam ya anak anak kita ma . ya allah ini ya rasanya punya anak gadis .
dan sang ayahpun lagi lagi meneteskan airmata
mama : gaklah pa , masih lama kok mereka sama kita , kakak kan nanti kalau udah kerja baru mau nikah , si adek gtu jg katanya , masih 4 atau 5 taun lagi lah si kakak tu pa .
papa : iya ma , papa sedang mikir gimana 4 taun lagi nanti , kalo ada anak laki laki datang minta mereka satu persatu dari papa . Nanti rumah kita sepi , gada lagi gadis kecil papa yang lari lari berantam disini .
siapapun laki laki yang mereka bawa, papa serahkan ke mereka . yang penting , laki laki itu harus bisa jadi imam buat gadis gadis papa , harus lebih bisa melindungi mereka dari papa , harus bisa buat anak gadis papa senyum setiap hari lebih dari yang papa buat . harus bisa jaga kepercayaan papa walaupun nanti papa udah tidak ada lagi
sang adik yang sedari tadi ada dibelakang dinding pergi dan gak bisa lagi melanjutkan aksi ngupingnya .
untuk semua papa/ayah/bapak/abi yang merasakan hal yang sama, inilah suara anak gadismu yang belum sampai ditelingamu ,
" tidak ada laki laki yang lebih kami sayangi selain papa/ayah/abi/bapak. Tidak ada yang bisa menggantikan papa walaupun itu laki laki pilihan kami . Papa jgn kawatir karena kami selamanya kami tetap anak gadis papa , yang insyaAllah akan terus membahagiakan papa dan mama walau nanti kita udah gak sama sama lagi . kami semua sayang papa sampai kapanpun itu "
annisa hazrina - a true story :)