fenomena twitter bukan lagi hal yang asing buat anak seusia kita . Apa - apa di update di twitter , istilahnya " ngetweet " apa apa di RT apa apa di mention . Saking rajinnya , pengen tidur aja juga di tweet " aku mau bobok dulu aahh , hoaaamm " . Kalo saya sih ya , ga sempat tuh udah " hoaaam " gitu masih ngetweet hehe :P
Baiklah ,sesuai dengan updatean buk Dina tentang kuliah tanggal 6 nanti , saya juga punya ide sih . Tapi yaa , ini kan ide yaa , kalo kelewat ngimpi juga gakpapa deh :)
Secara twitter itu lucu , suka ngapdet ( tulisan sesungguhnya nge-update ) yang enggak-enggak , bagaimana kalau kita gunakan untuk membahas sesuatu . Misalnya kita bahas satu tema dengan tema yang pasti didalam ranah psikologi pendidikan, trus kita update deh ide2 kita , sangkalan sangkalan kita ataupun komentar apapun tentang teori yang kita baca . Trus kita kayak ngobrolin sesuatu yang seru di twitter yang semua orang juga bisa liat .
Bukannya chat gak efektif , itu malah lebih efektif daripada twitter kalo buat ngobrol , Tapi kalau di twitter , " 1 updatean buat 1000 orang " . Secara gak langsung mereka juga mengenal psikologi pendidikan dari diskusi kita. Dengan itupula , kita bisa mensosialisasikan kepada banyak orang " gini loh yang namanya psikologi itu , seru kaan ? " hehe
Memang sih masalahnya terletak pada mereka yang gak punya twitter . tapi kan bisa dibuat ( its surely free :D ) trus ya tinggal download tweetdeck dan WE DID IT :) Belajar akan lebih seru, kita juga bisa nerima banyak info atau bahkan pertanyaan dari orang lain yang mungkin lebih banyak tau tentang psikologi pendidikan daripada kita . Learn wide , make us wise :)
hmm , bagi yang punya twitter , (promosi ) follow saya yaaa @nisahasbi . Senang berdiskusi banyak hal dengan kalian :)
salam
annisa hazrina
where you'll find everything is easy to catch..
Minggu, 27 Februari 2011
Selasa, 22 Februari 2011
Upin Ipin
minggu lalu pada mata kuliah psikologi pendidikan kami nonton Upin Ipin loo . hihi asik . yang seri GENG , tapi sebenarnya buat apa sih Upin Ipin itu di tonton mahasiswa ? psikologi pula, ntah lah kalau mahasiswa desain grafis . nah sebenarnya kami diminta untuk mencari pesaapa yang terkandung didalam fil GENG tersebut , kami juga diminta untuk mencari kenapa ya film ini dikaitkan dengan psikologi pendidikan ?
Sebenarnya film yang berkisahkan 2 bocah Malaya ini banyak juga mengandung pesan moral. Secara tidak langsung pesan moral itu ditanamkan pada penonton , seperti keberanian keduanya menantang bahaya di hutan , lalu adanya ikatan peretemanan dari si Raju ( bener yah namanya Raju ? saya juga lupa anak turunan India itu siapa namanya -___-" ) dengan hewan yang baru mereka temukan di hutan durian, dan lainnya.
Penanaman budaya dan budi pekerti juga dirancang oleh para penulis naskah. Seperti menanamkan perilaku kasih sayang , sikap Kak Ros yang secara tidak langsung menunjukkan rasa sayangnya kepada kedua adiknya , marah sekalipun Upin dan Ipin tidak dipukul dan tidak diberi kekerasan fisik. Begitu pula kesetiaan keduanya yang tidak mau terpisah . Lucu deh . Adapula disaat raju akan berpisah dengan si hewan alam gaib. Sebenarnya saya masih samar , tapi konsepnya saya paham maksudnya.
Pemahaman dari segi budaya diluncurkan lewat secene juara 1 wayang kulit malaysia yang sebenarnya gak kebayang juga ya bahasa melayu ngelakoni wayang . apaaalah jadinya , tapi its okay mereka cukup cerdik untuk mengajarkan anak bangsa bahwa itulah budaya mereka. Penanaman ini terbukti saat saya menelpon adik sepupu saya di malaysia dan saya bertanya " what do you know about wayang ? " dann dia menjawab " papa loves wayang , wayang is our culture , its funny . Do you wanna see ? come here ! "
maju yaaaa -_____-" saya sudah liat berkali kali di Indonesia .
Oke , jangan ambil negatifnya . Lihat dari cara pandang psikologi pendidikan . Sepupu saya berusia 8 tahun , Dan dari dialog kemarin saya bertanya apa dia pernah nontong GENG atau tidak , dan ia menjawab pernah dan mengetahui wayang kulit itu ya dari GENG . Bagus kan ? ternyata lewat media fun untuk anak , mereka menerapkan ajaran ajaran yang harus diketahui anak .
Belajar itu tidak harus duduk dikelas . Mencari wawasan itu tidak harus lewat buku dan internet. Media fun seperti Upin Ipin juga sukses menjadi media pembelajaran kok. Anak akan lebih senang menerima info, setiap scene menarik sehingga mereka mengingat semuanya dengan menarik.
nah , begitulah singkatnya pandangan saya :) Yang belom nonton , coba nonton deh film ini . Bagus kok !
Sebenarnya film yang berkisahkan 2 bocah Malaya ini banyak juga mengandung pesan moral. Secara tidak langsung pesan moral itu ditanamkan pada penonton , seperti keberanian keduanya menantang bahaya di hutan , lalu adanya ikatan peretemanan dari si Raju ( bener yah namanya Raju ? saya juga lupa anak turunan India itu siapa namanya -___-" ) dengan hewan yang baru mereka temukan di hutan durian, dan lainnya.
Penanaman budaya dan budi pekerti juga dirancang oleh para penulis naskah. Seperti menanamkan perilaku kasih sayang , sikap Kak Ros yang secara tidak langsung menunjukkan rasa sayangnya kepada kedua adiknya , marah sekalipun Upin dan Ipin tidak dipukul dan tidak diberi kekerasan fisik. Begitu pula kesetiaan keduanya yang tidak mau terpisah . Lucu deh . Adapula disaat raju akan berpisah dengan si hewan alam gaib. Sebenarnya saya masih samar , tapi konsepnya saya paham maksudnya.
Pemahaman dari segi budaya diluncurkan lewat secene juara 1 wayang kulit malaysia yang sebenarnya gak kebayang juga ya bahasa melayu ngelakoni wayang . apaaalah jadinya , tapi its okay mereka cukup cerdik untuk mengajarkan anak bangsa bahwa itulah budaya mereka. Penanaman ini terbukti saat saya menelpon adik sepupu saya di malaysia dan saya bertanya " what do you know about wayang ? " dann dia menjawab " papa loves wayang , wayang is our culture , its funny . Do you wanna see ? come here ! "
maju yaaaa -_____-" saya sudah liat berkali kali di Indonesia .
Oke , jangan ambil negatifnya . Lihat dari cara pandang psikologi pendidikan . Sepupu saya berusia 8 tahun , Dan dari dialog kemarin saya bertanya apa dia pernah nontong GENG atau tidak , dan ia menjawab pernah dan mengetahui wayang kulit itu ya dari GENG . Bagus kan ? ternyata lewat media fun untuk anak , mereka menerapkan ajaran ajaran yang harus diketahui anak .
Belajar itu tidak harus duduk dikelas . Mencari wawasan itu tidak harus lewat buku dan internet. Media fun seperti Upin Ipin juga sukses menjadi media pembelajaran kok. Anak akan lebih senang menerima info, setiap scene menarik sehingga mereka mengingat semuanya dengan menarik.
nah , begitulah singkatnya pandangan saya :) Yang belom nonton , coba nonton deh film ini . Bagus kok !
Senin, 14 Februari 2011
penggunaan email dan blog
Internet sebagai salah satu mediator pembelajaran saat ini
sedang dikembangkan dimana-mana. Salah satunya di kampus kita tercinta ,
Fakultas Psikologi USU. Kini internet bagaikan jembatan penghubung antara dosen
dengan mahasiswa dalam hal pembelajaran dan pemberian tugas. Dapat kita lihat
tentunya dari kewajiban mahasiswa angkatan 2010/2011 untuk membuat satu mail
dan blog khusus untuk keperluan kuliah.
E-mail sebagai salah
satu penunjang komunikasi sangat baik disosialisasikan ditengah kehidupan
mahasiswa. Dengan tugas yang sangat banyak seperti paper dan makalah, adanya
emai sungguh membantu kami untuk meringankan tugas yang diberikan oleh dosen.
Sekarang, kami tidak lagi harus selalu mencari warnet atau bahkan memeli
printer baru untuk mem-print out kan
tugas yang kadang dalam sehari saja bisa sampai berpuluh lembar. Adanya email
membuat kami praktis bekerja dirumah dengan cukup megirimkan file yang sudah di
attach ke email dosen. Ini juga berprinsip
pada paperless yang membantu
pengurangan tingkat global warming di dunia. Lumayan kan ? kalau satu mahasiswa
biasanya ngeprint sampai 10 lembar saja sehari , satu angkatan ada 126 orang ,
maka sudah 1260 kertas yang kita keluarkan per harinya. Belum lagi angkatan
yang lain. Tak terbayang banyaknya.
Selain itu , dengan email kami juga lebih praktis mendapatkan
bahan kuliah berupa slide dari dosen maupun dari senior. Sehingga data yang
kami kumpulkan cukup banyak untuk referensi pembelajaran . Kesemuanya di save
di dalam computer sehingga pada saat kami mencarinya untuk belajar ataupun
referensi tugas akan jauh lebih gampang disbanding mencarinya di tumpukan
kertas-kertas J.
Karena semua disave di computer, tata rauang kamar kami juga pastinya sedikit
lebih rapid an luas karena nggak ada tumpukan-tumpukan kertas bahan kuliah di
pojokan kamar .
Tuh , banyak sekali kan keuntungannya ? Belum lagi kita
bahas mengenai blog. Blog juga diwajibkan untuk angkatan 2010/2011 loh . Nah
kalau blog ini lebih asyik lagi, banyak sekali positive side dari adanya blog
sebagai media pembelajaran.
Blog yang kami miliki harus kami share ke teman-teman satu
angkatan yang terutama ( silahkan kalau mau share dengan senior J ). Hal ini juga
dimaksudkan agar kami bisa saling berbagi ide atau gagaan pikir dengan teman
yang lain. Blog juga mengajarkan kita untuk aktif , ekspresif dan kreatif (
kata kata siapa yaaa ?
) . AKTIF maksudnya kita bisa lebih banyak menyampaikan pendapat ataupun ide
kita mengenai suatu permasalahan , baik bahan kuliah ataupun info update
disekitar kita. EKSPRESIF berarti kita lebih mampu show-off sama yang lain kalo
memang selama ini kita dikenal agak malau mengungkapkan pendapat di kelas
sehari-hari. Tapi melalui blog, teman-teman pada tau apa yang tadinya mau kita
sampaikan di kelas. Nah , kalo KREATIF itu bisa banyak ya maksudnya. Mulai dari
cara kita mendesain blog , membubuhkan aksesori, cara kita menuliskan blog dan
lain-lain yang tentunya mengasah tingkat kreativitas kita. Sebenarnya masih
banyak lagi yang bisa di jelaskan dari ketiga poin tersebut . Tapi ntar blognya
kepanjangan yak ? bosen deeh bacanya -__-
Nah , intinya penggunaan blog dan email untuk mahasiswa
Psikologi 2010/2011 itu gak ada ruginya deh. Selain efektivitas waktu terjaga,
efisiensi biaya juga menjadi dampak positi dari penggunaan blog dan email ini .
Bagus dan sangat dianjurkan untuk terus dilanjutkan untuk adik-adik kami
kedepan .
Selasa, 08 Februari 2011
tugas kepribadian 1
Tugas dan Kelompok Kepribadian 1
Tugas Pribadi :
- Ukur berat dan tinggi badan masing masing secara akurat . Jangan berpatokan pada data di SIM/KTP . Akan digunakan untuk pertemuan berikutnya.
- Baca salah satu buku : Death In Vienna , Blood in Vienna atau Jeckyll and Hyde ( tugasnya bakal nyusul , sesuai instruksi kak Liza/ kak Juli. )
- Belajar lagi tentang PERSILANGAN ( genetika ,materi kelas XII ) dan sedapat mungkin bisa memprediksi genetika golongan darah keluarga sendiri . Kalau ada yang bisa membuat persilangan rhesus ( + / - ) lebih bagus lagi , tapi senyata mungkin ya . Karena untuk diri sendiri juga . jadi apapun tentang genetika dan persilangan yang bisa kalian buat ttg diri sendiri ya dibuat aja .
Tugas Kelompok :
- Deskripsi 12 shio dan 12 bintang beserta positif dan negatifnya .
- Deskripsi tiap anggota kelompok tentang shio dan bintangnya masing-masing . jangan lupa buat komentarnya.
Tugas kelompok dikumpulkan hari : Jum'at, 11 Februari 2011 . Paling terlambat jam 12, diluar itu maaf , tugas gak bisa diterima lagi . Makasih atas kerjasamanya :)
wassalam
anis
Minggu, 30 Januari 2011
konstruktivisme ( steak daging ? sop tulang ? )
salah besar untuk pembaca yang mengartikan konstruktivisme itu sebagai nama makanan . Baiklah , jgn diulangi lagi ya :) ( sendirinya gitu -____- " )
Oke, fokus blog kedua ini adalah mengenai strategi pembelajaran yang ada di sekitar kita. Sudah sewajarnya ada yang mengangkat tema ini karena menurut saya tema ini keren sekali dari namanyanya yang sulit itu . Eh bukan deng , maksud saya sepatutnya kita mempelajari strategi pendidikan yang baik dan benar untuk sedikit mampu mengangkat cara ajar bangsa ini ke permukaan .
Sebelumnya , konstruktivisme adalah strategi pembelajaran yang menekankan agar individu dapat secara aktif membangun dan menyusun sendiri pengetahuan yang ia dapatkan . Hal ini bertujuan agar si anak didik dapat membangun pemahaman lebih baik dengan dasar yang kokoh dari awalnya.
Dewasa ini , cara mendidik yang seperti ini bukan lagi menjadi hot news sebenarnya. karena banyak pihak sudah merasa benar dalam melakukannya . Dalam hal ini mau tidak mau beberapa pihak pendidik mungkin agak sedikit tertohok membaca blog ini . Saya mohon maaf atas kelancangan ini sebelumnya , namun sebagai mahasiswa saya hanya ingin memperlihatkan cara pandang saya tentang ini .
dalam pelaksanaannya , banyak pendidik yang masih saja memanjakan anak didiknya . Ibaratnya seperti seorang ibu yang menyuapi anaknya dengan makanan yang sudah ia buat selunak mungkin agar tinggal lagsung telan. Mulai dari mengajarkan teori, membahas soal bersama , hingga ujian yang kadangpun levelnya diturunkan karena merasa iba dengan kemampuan para murid yang pada dasarnya mampu mengerjakan tingkat yang agak tinggi.
Dari mana hal hal ini berani saya ungkapkan? Lhaaa wong saya baru 8 bulan yang lalu ikut UAN kok :) keliatan kan ya ? murid yang " ngangguk ngangguk adem ayem" yang datang jam 7 pagi dan menunggu sulangan demi sulangan ilmu dari gurunya tanpa ada usaha membangun pemahaman sendiri akan lebih manja dalam pembelajaran . Sehingga ya itu , lebih dari 40% teman teman saya dari seluruh daerah di Indonesia mesti ngulang setaun lagi . Kita jadi gak siap buat soal2 UAN yang pada dasarnya gampang , namun membutuhkan PEMAHAMAN YANG BAIK.
Seorang konstruktivis dalam hal ini guru dan orang tua bukan hanya dituntut mampu memberi informasi ke anak , namun juga harus menularkan energi positif sehingga anak mau mengeksplorasi ilmunya sendiri . Membuat peluang peluang dimana dapat merangsang rasa ingin tau dari anak muridnya . Hal ini tentu agak sedikit memutar otak pengajar tapi nanti hasilnya , pendidik dan anak didiknya akan lebih puas dalam mendapatkan suatu informasi.
Dapat kita lihat , para pendidik yang menerapkan konsep ini akan lebih energik di kelas . Kenapa ? bisa saja karena ia merasa puas melihat anak didiknya aktif , selain itu pendidik akan lebih tertantang untuk memecahkan berbagai persoalan yang dibahas oleh muridnya . Dimana sebelumnya , para murid sudah mencari tau tentang informasi itu dan ia bawa ke kelas. Setelah itu , kelas akan ditutup dengan diskusi pleno (penyamaan prinsip) yang akan jauh lebih gampang disampaikan karena para murid sudah memiliki fondasi yang kuat tentang informasi yang disampaikan.
Tentu berbeda dengan kelas yang hanya dengan metode satu arah , murid akan bosan dan pada akhirnya keluarlah percakapan "terpuji" seperti : " eh eh , kamu tau gak dari tadi pak A ngmg apa sih di depan ? "
ooh , sopan sekali ! -_____-
Namun , pada akhirnya , saya menulis blog ini bukan untuk menuding satu pihak atau apapun itu . Bahkan para pakar psikologi pendidikan percaya entahkah secara konstruktif maupun tidak , kita tetap dapat menjadi guru yang efektif. Tidak semua orang setuju dengan paham konstruktivisme ini , dan thats okay . Toh ini negara demokrasi ( apa coba hubungannya ? ) .
sekian saja dari annisa hazrina , kembali ke studio :)
wassalam
anis
Selasa, 25 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
